Sabtu, 27 November 2021

BELLA REMAJA

 


Maria Lingga

 

    Aku menjalani hariku setiap hari aku menikmati cerita yang selalu bertambah setiap harinya namun aku tak bisa menjelaskan seperti apa hari hari yang ku nikmati itu. Senin itu aku berangkat sekolah ditemani pagi yang cerah dengan matahari yang indah, menyinari ceritaku setiap hari.

"De mau kesekolah kah? ayo naik!" ucap seorang tukang beccak.

        "Ohh iya bang," ucapku sambil menaiki beccaknya dengan senyuman tipis.

        "Mau langsung diantar ke dalam de?"

        "Sampe sini aja bang, makasih." balasku sambil  berjalan menuju lapangan.

Diri Sendiri

 



Karya: Mari Artha Purba

 

     Aku terbangun lagi di antara sepi hanya pikiran yang ramai. Hari ini adalah hari yang aku rasa istimewa namun tak aku suka, tak boleh lupa kalau hari ini sekolah. Hari ini disambut dengan cuaca mendung dan berkabut yang membuat udara begitu dingin. Ingin aku berkata kasar namun tak bisa.

     Terkadang aku merasa sekolah itu tak menyenangkan dan sangat membosankan. Tapi demi masa depan yang cerah aku harus tetap semangat. Walaupun kurang menyenangkan.

     Aku adalah gadis desa yang di lahirkan dan di besarkan di keluarga petani.Hidup sederhana adalah kebahagiaan diriku dan keluargaku. Hidup dengan ekonomi lebih kurangnya cukup bagi kami. Orang tuaku selalu mengajarkan kami anak-anaknya untuk tetap bersyukur dalam apapun itu. Orang tua kami tak menuntut anak-anaknya pintar, namun orang tua kami menuntut kami agar bertanggung jawab dari apa yang kami perbuat. Aku adalah kakak dari adik-adik ku. Nama ku adalah Mari Artha Purba biasa di panggil dengan sebutan Artha.

Daring

 



Oleh: Via Senjelin purba

    

                                     

Semenjak Covid 19 datang dunia bahkan sampai ke tanah air. Hampir semua aktivitas terbengkalai. jangankan yang bekerja kantoran sekolah saja harus melalui smartphone atau laptop.

Saya dan teman teman saya merasa kesulitan dalam menerima pelajaran yang di berikan oleh guru. Apalagi dalam masalah mengirim tugas. Nama nya juga di perkampungan pastinya masalah jaringan lelet.

"Oi Ges... emm udah siap tugas video bahasa Inggris mu?" tanya  Via.

"Hai.. Vi belum materinya aja belum ku buat." jawab Ges

MERIAM BAMBU

 


Dhimas Krisna


           Dimalam yang dingin diselimuti kegelapan, aku dan teman ku duduk disamping api unggun. Kami merencanakan untuk membuat meriam bambu untuk merayakan pergantian tahun. Kami sangat senang dengan segala rencana kami pada malam itu. Sampai - sampai tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 00:00. Keesokan harinya aku mengajak teman-teman ku untuk mengambil bambu, untuk bahan membuat meriam. Itu masih pagi, embun masih menyelimuti rerumputan yang kami lalui, sehingga celana kami basah kuyup.

"We dingin kali pun." kata teman ku agak menggigil.

"Ayok lah biar cepat siap!" ucap ku padanya.

BINGUNG

                                            


                                                              

                                                               KARYA : ELYANA SRAGIH

 

 

           Disore hari hujan sangat turun deras, tampak suara hujan yang berjatuhan kebumi dengan suara petik yang kuat bergemuruh  seperti membelah langit dan kilat-kilat serasa menyatat bumi.

 

           Aku termangu dikamar, hal apa yang akan bisa kulakukan kalau hal yang seperti sekarang ini. aku melamun panjang sampai- sampai suara ibu tak terdengar memanggil namaku.

  "El,El ,El !" panggilnya dengan suara agak marah.

"Iya ma, ada apa?"

"Kamu dipanggil- panggil tak menjawab,apa yang kamu lakukan dikamar hingga tak dengar?"

"Aku melamun hingga hampir tertidur" gumamku sambil tertawa dan garut- garut kepala.

"Ya sudah, bantuin memasak!" dengan raut yang agak kesal.

"Oke mak, dengan senang hati."

Dihari Itu

 


By: Desy Ananda Gultom

 

   Cittt.. cittt...

   Suara burung terdengar dari dahan pohon dekat rumah. Aku bangun dan melihat ke arah jam,

 "Astaga, Sedikit lagi aku akan terlambat."  dalam benak.

Segera aku memberesi tempat tidur dan bergegas  mengganti seragam sekolah.

"Des.. Desyyy..." Suara terdengar dari luar sangat lantang.Aku bergegas membukakan pintu dan melihat siapa yang memanggil namaku, ternyata Devira.

"Cepat." ucapnya sedikit kesall.

Aku bergegas mengambil tas dan kami berangkat.

" Tumben hari ini cepat?" ucap kami berdua sambil ngos ngosan.

"Kalian yang lama, cepat naik!" Ucap abng Beca sambil tertawa kecil.

  Lagi pula disana nanti kita masih menunggu teman Kalian yang lain. Kamipun pergi, ternyata betul kami menunggu mereka.

Membantu Ayah dan Ibu

 


Karya  Juni Suprianto Damanik

 

Saya tau hidup ini sangat keras. Saya tau hidup ini menginginkan perjuangan yang sangat keras. Bahkan saya sadar hidup ini menuntut agar setiap manusia mampu memperkuat perjuangannya masing masing. Hidup ini sangat sangat keras. Siapa yang tidak berjuang dalam mencapai suatu kebutuhan hidup nya maka dia akan menderita. Maka untuk itu saya menuliskan suatu karangan saya yang tidak begitu sempurna ini dan saya akan memulainya.

Pada awalnya saya menceritakan kehidupan saya yang sederhana. Pada setiap hari saya harus membantu orang tua saya. Orang tua saya adalah petani. Saya anak pertama dari lima bersaudara. Setiap hari saya bangun pagi dengan cepat. Pada dasarnya saya setiap hari sekolah. Pada suatu hari saya berbincang dengan orang tua saya yaitu ayah saya. Saya pun bertanya.

"Pak.. Bagaimana sih kebijakan yang harus kita perbuat agar perekonomian kita berubah?" 

LIBURAN KE TARUTUNG

 



Karya:Aldi Hamonangan Pangaribuan


      Halo perkenalkan namaku Aldi Hamonangan Pangaribuan aku akan menceritakan jalan-jalan ke Tarutung.           

       Pada hari Selasa, tanggal 29 Januari 2018 kami berencana jalan-jalan ke Tarutung ke rumah bou saudara  bapak. Pada pagi harinya kami bangun jam 5 pagi untuk beres-beres barang dan cuci muka karena perjanjian kami berangkat pukul 07.00. Tidak lama kami beres-beres, mobil rentalan datang,kami pun mengangkat barang-barang sebagian keluar. Pak sopir buka bagasi mobil, sambil masukkan barang-barang yang kami angkat yg keluar tadinya. kami balik lagi ke rumah ngambil barang-barang yang tadi belum diangkat sambil hati gembira, penuh semangat, barang-barangnya karena di benak pikiran kami hanya jalan-jalan. sesudah kami masukkan barang ke dalam bagasi mobil kami pun masuk kedalam mobil semua dan berangkat menuju tujuan. Setengah jam di perjalanan aku merasakan udara jalan Simarjarunjung yang sejuk pada pagi hari dan sunyi, yang tidak ada kendaraan yang lewat.

PULANG KAMPUNG KE SAMOSIR


 

Oleh: Agustinus Delon sitompul

                         

        Pada suatu hari pada tanggal 21 Oktober 2014 aku bersama teman sekampungku ingin pulang kampung ke Samosir. Pertama-tama kami pergi ke loket amplas yang berada di amplas Medan disana kami langsung ditanya oleh supir bussnya.

"Mau kemana kalian dek?" kata bapaknya bertanya sambil meminta ongkos orang yang berada di samping kami.

 Lalu kami menjawab, "Ke Anjibata pak!" ucap kami serentak lalu dia pun meminta ongkos kami seharga Rp45.000rupiah per orang lalu bus pun berangkat pada jam 08:30 wib menuju anjibata diperjalanan kami langsung tidur.

Jumat, 26 November 2021

JALAN JALAN KELILING PARAPAT

 


 

Karya: Natasya Agustina Girsang

 

     Parapat merupakan salah Satu tempat wisata yang ada di Sumatera utara yang dapat di kunjungi. Siapa pun dan kapan pun, baik dari warga negara lokal. Maupun warga negara luar. Banyak orang yang menyukai tempat wisata ini terutama dari manca negara. Sehingga banyak turis yang datang berwisata ke Parapat. Jika jalan-jalan berkeliling parapat kita dapat menikmati Indahnya pemandangan Danau Toba dan pemandangan pulau Samosir dan kita juga dapat melihat Batu gantung, bukan cuman itu kita dapat merasakan keindahan Alam.

 "Kenapa setelah keliling Parapat rasanya seru sekali." kata Christin.

K E M A H

 

Karya: Trie Indah Purba

                                             

         Dingin sekali. Udara berhembus. Bersama Sonya, Ketrin, Tasya, dan api unggun. Ketika jam sudah menunjuk 21.00 api unggun sundah mulai meredup dan akan mati. Sehingga aku dan temanku masuk ke tenda dan tidur.

       Saya tidak bisa tidur.” kata sonya.

       Kenapa?” tanya Tasya.

       Menyeramkan dan dingin masuk kedalam tubuhku.”

          Saya pun terbawa kedalam suasana tersebut tiba-tiba terdengar suara sura aneh dari dalam semak yang berasa di samping tenda kami. Suasana menegangkan dan suara tersebut makin keras kami ketakutan dan saling berpelukan tiba-tiba babi hutan melompat dari semak tersebut dan kami berteriak.

       “Aaaaaaaaaaa......aaaa....aaaa....!!!!!!”

PELANTIKAN KACU



                                                        Karya : Rizal P Girsang

 

     Dibawah matahari yang terik udara sangat panas, saya mengikuti kegiatan Pramuka. Dimana kegiatan tersebut diharuskan di ikuti oleh semua siswa siswa baru di SMA N 1 Purba. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari. Dan sangat banyak peraturan dan aturan yg harus di ikuti. Akan tetapi dalam kegiatan tersebut, ada juga yg menyenangkan hati. Seperti uji mental nembak cewek, itu sangat menguji mental sekali. Tapi kalau di pikir pikir menyenangkan juga.

     Hari pertama berlangsung nya kegiatan Pramuka, seluruh siswa baru disuruh baris. Dan sayang nya, saya terlambat masuk barisan. Saya disuruh jalan jongkok oleh sanggah kerja, sejauh 30 meter.

BERKEMAH

                                


  Karya : Rinaldi

 

     Pada tanggal 15 Oktober 2021, saya dan 3 teman saya sedang berencana menghabiskan waktu libur sekolah kami. Akan tetapi kami masih bingung ingin pergi ke mana. Sepulang dari sekolah, kami mengadakan pertemuan di sebuah taman. Tepat pukul 1 siang saya pun tiba di taman yang telah kami janjikan tadi sewaktu di sekolah. Saya menunggu teman teman saya. Setelah sekian lama menunggu teman teman saya pun tiba. Tepat pula ada seorang penjual es krim lewat. Teman saya Adi pun memanggil tukang es krim tersebut.

 “Es.......” Ujar Adi dengan suara keras.

Seketika penjual es krim tersebut berhenti.

KEMAH DI BUKIT GUNDUL


                                               

                          Karya : Sepanya saragih

 

     Kemah Di bukit gundul. Berjalan melewati pos satu ke pos berikut nya. Dan disitu

kita bisa melihat mana teman yang egois dan yang tidak egois. Yang cape akan beristirahat yang masih kuat akan terus lanjut dan yang haus akan minum sendiri.

 “Aagh....  Kenapa teman ku begitu egois ya.” bisik ku dalam hati.

 “Rizal, ayo kita lanjutkan perjalanan.” bentak Riko Yang masi kuat berjalan.

     Dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos ke 2 dengan muka yang lesu, kelihatan tidak bersemangat. Sesampainya di pos 2 aku bersama teman mulai merasakan cape sekali karna pos, ke pos itu berjarak sekitar 800 m.

Selasa, 23 November 2021

SAYUR RAJUT

KARYA: MAY CLARA SARAGIH

Kring........

Alarm handphoneku berbunyi. Pagi sudah tiba. Saya bangun dan saya langsung cucu muka ke kamar mandi.

 Selesai ditemukan saya langsung pergi ke dapur, mengambil sepiring nasi dengan lauk. Saya pun sarapan. Selesai sarapan saya langsung bergegas mengambil pisau dan rajut. Saya pun pergi ke ladang. Memotong sayur yang ada di ladang. Sampai di ladang, saya langsung memotong sayur dengan cepat supaya bapak saya tidak marah karena menunggu terlalu lama. Jam menunjukkan jam 12.30. Ayah saya pun datang dari rumahMenemui saya di ladang. Ayah saya bun tiba di ladang.

"Nak apakah sudah selesai." berjalan mendekati saya.

PESTA PORA RESAHKU

 



Karya: MARIA EVI FANI PURBA

 

***

          Berdenyut seperti nadi, berdetak seperti jantung demikian hati ini yang tak kunjung temukan kedamaian.  Aku Whis Ania, gadis yang barusaja menjejalkan kaki di bangku kuliah dengan jurusan sastra Indonesia disalah satu universitas swasta di daerah ini. Panggil saja aku Whis, si pengagum bintang yang bertebar cantik di angkasa.

          Malam ini hujan turun sangat lebat, membasahi tanah yang kering kerontang. Ini bukan hujan pertama bulan ini, bukan juga hujan terakhir bulan September ini, ini hanya hujan yang sama dengan hujan-hujan lainnya. Tak ada yang istimewa. Namun entah mengapa rasanya ada yang salah. Gelisah melanda jiwa, pikiran pun tak tenang juga. Seakan hati ini punya kendali sendiri di luar nalar dan logika.

GERBANG SEKOLAH

 


Karya : Desmina Malau

Kring....

 Suara alarm handphone milikku,  Membangunkan ku. Sedikit tersenyum malu di wajahku mengingat bunga tidur tentang pria tampan itu. Tubuhku yang masih berbaring di atas kasur kecil masih dengan rasa malas. Melirik sedikit ke kanan sebuah seragam putih abu-abu tergantung rapi dan bersih yang  menanti ku.

Tak.tak.ta.kk.tak...suara Langkahku yang membawa diriku ke depan  sebuah jendela kecil rumahku. Membukanya. Sinar matahari dan udara segar yang seketika kudapat dari sebuah pagi yang sangat cerah. Seragam dengan rambut rapi ku membuatku terlihat lebih cantik di depan sebuah cermin milikku.berjalan menuju depan pintu kamar . pintu yang ditutui dengan gorden kuning dengan motif bunga -bunga putih kecil.itu adalah kamar ibuku.

"Tok...tok....tok...buuu?" Ucap ku dari depan pintu kamar.

KONCO

 Oleh: Binsar Purba 



  Hari mulai gelap. Mentari pun mulai tenggelam disebelah barat. Akupun mulai bergegas meninggalkan pantai.

  "Apakah kita akan pulang?"

 Tanya seorang temanku yg datang menghampiriku seolah olah belum puas menunjukkan kebolehannya. Sebut saja namanya namanya Makesa. Makesa adalah satu dari sekian temanku yang hobbynya suka berenang. Setiap kali pergi berenang senangnya bukan main. Tak heran jika dia bertanya begitu.

  "Apa lagi yang akan kita lakukan, hari sudah mulai gelap sedangkan kampung kita masih jauh." balasku seakan akan tidak tau perasaan Makesa.

Jumat, 12 November 2021

MASA SEKOLAHKU


 

Karya: Andreas M.Gulo

 

Di suatu pagi yang sangat dingin dan matahari belum hadir menyapa, tiba-tiba suara alarm berbunyi. Aku pun terbangun sembari merapikan tempat tidurku dan  bergegas untuk bersiap-siap  pergi ke sekolah. Aku pergi dengan menggunakan sepeda motor. Jarak antara rumah ke sekolahku sangat jauh. Tak lupa aku pun berpamitan kepada kedua orang tuaku.

Sampailah aku di persimpangan jalan menuju sekolahku. Aku bertemu dengan teman ku  si Erwin

"Lagi ngapain bro disini? Belum mau pergi ke sekolah kah?" tanyaku padanya.

Rabu, 10 November 2021

HIDUPKU TERASA HAMPA

 



Karya: Gresya V Haloho

                                       

         Namaku Gresya Haloho. Ini kisahku. Dimana saat itu aku masih duduk di kelas 2 SMP dengan usia 13 tahun. Aku anak pertama dari 5 bersaudara. Nama adikku yang pertama, Jhon Fadli Haloho. Dia berusia 11 tahun duduk dikelas 6 SD. Nama adikku yang kedua, Chilvia Haloho, masih TK dan berusia 6 tahun. Adikku ketiga bernama Jhon Kedro Haloho dengan usianya 3 tahun. Dan adik bungsuku bernama Airin Haloho, usianya masih 2 tahun. Kami anak dari pasangan inisial J.Haloho dan L.Silaban. Kami terlahir dalam keluarga yang sederhana.

       Orangtuaku bekerja sebagai petani. Setiap hari mereka sibuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami.

PERSAHABATAN, SEKOLAH, DAN KEHIDUPAN


By : Desi Madarispa Purba



     Suatu hari disekolah dalam kelas ada tiga orang murid yang sedang berbincang bincang, anak-anak ini mempunyai geng bernama tralalatrilili, yaitu Tara, Lala, Tri, dan Lili, maka dari itu mereka menamakan gengnya "TRALALATRILILI".

      Dengan ceria Tara, Lala, dan tri masuk ke kelas, mereka merasa ada yang kurang mereka sangat kebingungan apa yg menurut mereka yang kurang.

  "Oh.....ya Lili, pantas saja sepi banget biasanya kan dia yang paling bawel." ucap Tri.

Membantu Ayah dan Ibu

 


Karya. Juni suprianto damanik

 

Saya tau hidup ini sangat keras. Saya tau hidup ini menginginkan perjuangan yang sangat keras. Bahkan saya sadar hidup ini menuntut agar setiap manusia mampu memperkuat perjuangannya masing masing. Hidup ini sangat sangat keras. Siapa yang tidak berjuang dalam mencapai suatu kebutuhan hidup nya maka dia akan menderita. Maka untuk itu saya menuliskan suatu karangan saya yang tidak begitu sempurna ini dan saya akan memulainya.

Pada awalnya saya menceritakan kehidupan saya yang sederhana. Pada setiap hari saya harus membantu orang tua saya. Orang tua saya adalah petani. Saya anak pertama dari lima bersaudara. Setiap hari saya bangun pagi dengan cepat. Pada dasarnya saya setiap hari sekolah. Pada suatu hari saya berbincang dengan orang tua saya yaitu ayah saya. Saya pun bertanya.

"Pak.. Bagaimana sih kebijakan yang harus kita perbuat agar perekonomian kita berubah?"

SAHABAT

 



By: Inha Parhusip



         Di sebuah kampung ada tiga teman  yang mulai dari kecil selalu bermain bersama. Canda tawa yang bahagia. Tiga sekawan ini selalu tolong menolong mulai dari kecil. Nama tiga sekawan ini adalah Irwan, Tono,  dan Aldo. Tiga teman ini hidup dari keluarga yang berbeda. Irwan dari keluarga sederhana, Tono dan Aldo bisa dibilang lumayanlah. Persahabatan mereka dimulai dari TK. Dimana mereka tidak pernah saling mengejek.

         Mereka pun melewati masa masa sekolah bersama SD, SMP, dan SMA. Mereka melewati masa-masa susah senang bersama. Namun hal buruk menimpa keluarga Irwan karena ayah nya meningal dunia karena sakit paru-paru. Teman-temannya pun turut berdukacita.

CERITA IBUKU


Karya: Grace Christine Malau

 

Zahra POV

  Disuatu sore, aku dan adikku sedang duduk di teras depan rumah. Kami berbincang-bincang dengan ibu, sambil menunggu ayah pulang dari tempat kerjanya. Kami bersama sama memandang indahnya langit sore yang berwarna jingga. Aku berfikir, betapa beruntungnya aku mempunyai keluarga yang bahagia serta harmonis. Ah andai ayah sudah ada disini. Akupun jadi teringat dan berfikir bagaimana dulu hubungan ayah dengan ibu. Oh ya, sebelumnya perkenalkan, namaku Zahra, aku mempunyai adik bernama Zahwa dan mempunyai orang tua yang sangat menyayangi kami. Ayahku bernama Zaidan dan ibuku bernama Zahara. Yahh inisial nama kami dari huruf Z semua hehe.

"Ibu, ayo ceritakan bagaimana kisah ibu dengan ayah dulu. Bagaimana kalian bisa berhubungan sampai menikah saat ini?" pintaku  pada ibu.

"PERJALANAN MENJANDI TENTARA"

 By: Jenrio Pakpahan

 


 

Ibuku merupakan tulang punggung bagi hampir disetiap keluarga. Di usianya yang sudah senja ibuku tetap mencari nafkah bagi aku,  kakek dan nenekku. Ibuku merupakan seorang kowad (Tentara wanita), namun tidak seperti kebanyakan yang kowad lakukan, seperti menjaga perdamaian, menjaga perbatasan, dan bahkan dikirim ke daerah yang sedang terjadi konglik, ibuku bekerja di bagian jasmani tentara yang biasanya melatih para tentara agar dapat naik pangkat dan juga mengurusi kegiatan tersebut, nyatanya tidak, kadang ibuku sering melakukan kegiatan yang menguras waktu dan tenaga sehingga harus kerja lembur yang akhirnya ibuku tidak dapat pulang ke "rumah ", karena aku dan kakek, nenekku dipisahkan oleh jarak, aku dan kakek, nenekku tinggal di Huta tongah dan ibu tinggal di siantar. Cukup sekian bagian dari orientasi, dari sini saya akan bercerita tentang perjalanan hidup ibu saya dimulai dari sekolah hingga sekarang menjadi perwira Karir, dan kata "Ibu" diganti menjadi "Aku".

Jumat, 05 November 2021

TERSESAT

 


 Karya: Lidia Ayu Sinaga

 

Aku masih ingat saat menghirup udara sejuk di desa kecil itu. Desa itu berada di sebuah pedalaman dan di sepanjang jalannya di penuhi pohon-pohon rindang. Saat berjalan di sepanjang jalan kita seakan di sambut oleh pepohonan yang melambai-lambai di hembus oleh angin. Desa itu adalah tempat tinggal temanku, Nina. Banyak pengalaman yang kami dapatkan saat berkunjung ke rumah Nina bersama empat orang temanku.

Liburan sekolah akhir semester pun telah tiba, ini waktu yang di tunggu-tunggu. Kami berencana menginap di rumah Nina, sebab kedua orang tuanya sedang ke suatu acara dalam satu Minggu ini. Rumah Nina cukup jauh dari rumahku,tapi kami bertekad membawa sepeda motor.Tidak lama dari  itu kami pun sampai di rumah Nina. Rumahnya sangat sederhana terbuat dari papan yang disusun rapi dan bunga-bunga indah yang menghiasi halaman rumah itu.

Jerit Payah Seorang Gadis untuk Mencapai Sarjana



 By: Adeliani Purba

 

        Seorang gadis ini memiliki impian untuk mencapai gelar Sarjana. Gadis ini bernama Alya, dia anak semata wayang, dan dia hanya mempunyai kedua orang tuanya itu pun orang tuanya udah tua, Sekarang Alya sedang menduduki bangku SMA.

        Dengan adanya niat, Alya tak pernah mengeluh tentang masalah yg pernah dihadapi dalam belajar, Ia terus berjuang  dan belajar dengan giat sehingga Ia memperoleh kejuaraan di kelasnya namun di sisi lain, temannya tak menyukai dia. Terkadang Alya sering di hina dan dijuluki sebagai cewek caper dikelasny namun dia tidak peduli dengan omongan teman-temannya.

K E M A H



Trie Indah Purba


         Dingin sekali. Udara berhembus. Bersama Sonya, Ketrin, Tasya, dan api unggun. Ketika jam sudah menunjuk 21.00 api unggun sundah mulai meredup dan akan mati. Sehingga aku dan temanku masuk ke tenda dan tidur.

       Saya tidak bisa tidur.” kata sonya.

       Kenapa ?” tanya Tasya.

       Menyeramkan dan dingin masuk kedalam tubuh ku.”

          Saya pun terbawa kedalam suasana tersebut tiba-tiba terdengar suara sura aneh dari dalam semak yang berasa di samping tenda kami. Suasana menegangkan dan suara tersebut makin keras kami ketakutan dan saling berpelukan tiba-tiba babi hutan melompat dari semak tersebut dan kami berteriak;

       “ Aaaaaaaaaaa......aaaa....aaaa....!!!!!!”

BERKEMAH DI RUMAH BOLON PEMATANG PURBA

    


Karya Suryati Sanita Sinaga*

    

     Pagi yang cerah matahari bersinar seperti biasanya ayam berkokok menandakan hari sudah pagi, saya bangun dari tempat tidur dan melakukan aktivitas mengerjakan kegiatan dirumah, setelah selesai tiba tiba hp saya berdering bertanda bahwa ada yang sedang menelepon, ternyata itu adalah salah satu teman saya yang bernama Aldo.

 “Halo,” ucap Sani.

 “Halo Sani apakah kamu ingat hari ini adalah hari ulang tahun Rina?” ucap Aldo.

 “Benarkah? aku benar benar melupakanya.”

KEJADIAN DI KELAS

  


                                                                Karya: Rohliani Sinaga

Siswa siswa di kelas gelisah. Mungkin karena hari ini ada ulangan matematika. Detak suara sepatu guru pun terdengar dari dalam kelas. Panik. Deg-degan. Mungkin karena siswa belum siap untuk mengikuti ulangan matematika hari ini.

     “Buka bukunya halaman 81 kemudian kerjakan nomor 6.” kata guru.

     Semua siswa sibuk membuka bukunya masing-masing. Ada siswa yang tidak membawa buku latihan matematika.

     “Harus pake buku latihan?” tanya Darlis kepada Rizal.

Bukit Indah Simarjarunjung

 



Karya Rosemmi Wati Saragih

        

Bukit indah simarjarunjung atau sering kita kenal dengan kata BIS. Ya, seperti namanya indah. Bukit Indah Simarjarunjung atau BIS, merupakan sebuah bukit yang memiliki keindahan panorama Danau Toba serta alam yang ada di sekitarnya dan disponsori oleh bukit-bukit yang indah. Berbaris sejajar dan disertai dengan pemandangan danau toba yang luas. Tempat yang tentram, sejuk, dan damai. Di sini telah menjadi destinasi wisatawan dari beberapa kota.

"Semmi...hari Minggu jalan jalan yok...?" tanya Sani, seorang Mahasiswa jurusan Farmasi Di Medan, dan bertempat Tinggal di Saribudolok.

Rabu, 03 November 2021

Sejauh yang Kuingat



 

Oleh: Rifael L Lingga

Hai… Aku Delia Anastasia. Umurku 17 tahun. Aku duduk dikelas 12 MIPA tahun ini. Disekelilingku banyak orang yang yang sangat Aku cintai dan yang mencintaiku. Mereka adalah orang-orang yang sangat tegar, kuat dan nyaris sempurna dimataku. Mereka adalah Keluargaku, orang yang sangat aku sayangi didalam hidupku. Akan Aku ceritakan kisah dan kenangan sejauh yang kuingat didalam perjalanan hidupku.

 

Orang tuaku bekerja sebagai seorang petani. Mereka adalah orang yang kuat dan layaknya super hiro dimataku. Orang tua yang sangat kucintai dan Aku sayangi. Bukan Tuhan, bukan malaikat tapi seperti teman berbabagi cerita dan teman menjalani lika-likunya kehidupan ini. Orang tuakulah alasan mengapa aku harus melakukan segala sesuatu dengan baik dan semangat menjalani hidup.

 

JEMIMA



 Oleh Lia Kristiani Manihuruk

 

            Jemima Athena Belladona, seorang wanita yang biasa-biasa saja menurut dirinya sendiri tetapi tidak menurut mata orang yang melihatnya. Nama Jemima sebenarnya memiliki arti merpati kecil sedangkan Athena diambil dari nama Dewi Athena, dan Belladona yang sebenarnya merupakan sebuah jenis bunga beracun yang dapat merusak saraf. Jemi begitu orang biasanya memanggilnya, dia anak yang memiliki mata cokelat yang indah, tinggi, kulit putih bersih, dan postur tubuh yang bagus. Dia benar-benar anak yang  introvert. Pendiam dan juga cerdas. Sangkin introvert nya dia tidak memiliki satu teman dekat pun selama hampir dua tahun dia SMA, dia tinggal di sebuah kota kecil.

            Kehidupan remaja Jemi sebenarnya baik-baik saja hingga akan ada satu hari dimana semuanya akan berubah. Pagi itu Jemima berangkat ke sekolah seperti biasanya, sangat pagi. Kenapa dia berangkat sangat pagi? Ya, jelas aja untuk menghindari siswa-siswa lain saat dia berjalan menuju kelasnya. Suasana kelas benar-benar tenang hingga teman-teman lain berdatangan dan mengobrol satu sama lain. Dan duarrrr........... sebuah tangan menggeplak meja guru dengan keras. Dia adalah Joy anak perempuan terheboh dikelas.

Selasa, 02 November 2021

Motivasi: Menjadi Tampil Terampil

Oleh Rudi Saragih

Walau anda gagal, suatu saat nanti anda lebih senang mengingatnya. Penyesalan baru yang lebih besar akan timbul karena tidak melakukan sesuatu di masa lalu.

 

Kadang kala tidak terpikir apabila waktunya belum lewat. Tetapi jika pada tahapan mengingat, seseorang akan lebih senang (lebih berkesan) mengingat kegagalan daripada mengingat bahwa dirinya tidak pernah mencoba. Itu adalah kondisi paling parah, gagal. Bagaimana jika berhasil? Artinya seseorang akan menyesalkan hal-hal yang tidak pernah dilakukan dari pada hal yang telah dilakukan pada masa lalu.

Keluarga kecilku


                                                             karya : wellpina w. Silalahi

 

 Rumah yang tadinya sepi seketika menjadi riuh karena teriakan abangku. Aku dan ibu yang kebingungan hanya menatapnya heran.

"Aku punya berita bagus..." katanya dengan semangat.

Kami hanya diam menunggunya melanjutkan ucapannya.

"Abang di terima di UNIMAD jurusan Hukum!"

"Wah selamat ya bang!" Kata ibu sambil memeluk Abang. Sepertinya Ibu senang sekali. Tapi aku hanya diam, Aku tidak tahu harus sedih atau senang.

DUNIA PERPISAHAN

 


                                                      Karya:Rotua Yesefine Beatrix Damanik

 

Kehidupan 4 bersaudara Deri, Doni, Vita, dan Mora.

Keluarga ini yang dulunya keluarga harmonis dimana orang tua dari 4 bersaudara ini saling menyayangi sesama mereka.

Suatu ketika kedua orang tua mereka meninggal  dengan secara mengenaskan. semenjak kepergian orang tuanya keharmonisan keluarga mereka mulai dilanda keretakan.

Dimana Mora mulai tidak menyukai adiknya Doni.

‘’Hey Doni…. Kamu kira Karena kamu anak paling bungsu sehingga semua yang ada disini menjadi hak milik kamu!!’’

Mencintai Dalam Diam





Karya : Setianna Sinaga


       Disuatu pagi yang sejuk, aku berjalan menyusuri Jalan raya di sambut dengan angin pagi yang sangat sejuk.

     Sedikit tentangku, aku duduk di bangku SMA kelas 12. Namaku Ana, Banyak yang mengatakan kisah di bangku SMA itu menyenangkan dan itu memang kuakui benar, tapi aku punya kisah yang sedikit memalukan diriku di dalam SMA ku.

     Suatu pagi, bel berbunyi tanda pembelajaran akan segera dimulai. Kelas yang berpenghuni 27 orang ini sudah sangat antusias menerima pelajaran yang akan di sampaikan guru PKN kami.

  Dalam  pembelajaran yang satu ini aku sangat bersemangat karna aku sangat menyukai Pkn saat mulai dari kelas 10.

Diary Ungu

 

 


 Karya: Regita Saragih


27 Agustus 1993. SMA Negeri 1 Purba. Cuaca hari ini sangat cerah sekali. Matahari sangat menghangatkan, sayang terlalu  menyengat di kulit, bahkan di pagi hari seperti ini. Nampak seorang gadis dengan saragam putih abu-abunya yang rapi. Rambutnya yang panjang diikatnya dengan begitu rapi tidak lupa dengan tas slempang merahnya yang begitu  feminim. Begitu sederhana dia, namun sudah cukup menggambarkan  bahwa dia salah satu siswi teladan di sekolah ini. Wajahnya yang tegap dan tegas namun tetap terlihat lemah lembut. Sungguh anggun.

Dia memiliki postur tubuh yang tinggi di kalangan siswi di sekolah ini. 163 cm. Langkahnya panjang, tak butuh waktu lama baginya untuk melewati koridor sekolah menuju ke ruang kelasnya XII IPA-A.

Kelas itu ternyata sudah ramai. Dimasukinya kelas itu dan  melangkah menuju meja kedua paling pojok dekat dengan jendela.

1 DEKADE

 



Karya: DIO PRATAMA*

 

Satu dekade sudah berlalu, kenangan itu masih saja melekat dan terpikirkan dalam ingatanku. Mulai dari bermain dan bercerita, dari bersuka dan berduka. Ada satu hal yang masih kuingat kejadian dan peristiwa yang membuat aku bersedih. Yaitu dimana persahabatan kita berdua harus terpisah. Sebelum aku menceritakan peristiwa yang aku alami Perkenalkan aku: Lisa Syela Budikusuma, aku lahir di Bandung pada 01 Maret 2000. Aku memiliki 2 Orang adik dan 1 Orang kakak laki-laki. Mereka sangat sayang kepadaku. Balik kecerita awal, peristiwa yang ku alami adalah 1 orang sahabat ku yang sangat aku sayangi pergi meninggalkanku, karena orang tuanya harus bekerja diluar kota. Pada saat kami terakhir kali bersama dia berkata:

 

"Ini hanya sementara saja,Lisa." katanya padaku meyakinkanku.

"Apakah kau yakin,kita bisa bertemu lagi?" ucapku membendung air mata.

SEPENGGAL KISAH

 


 Karya : Geby Debora Damanik

 

Malam semakin larut ditambah guyuran hujan yang kian menderas. Jendela yang belum tertutup sepenuhnya menampakkan seorang gadis kecil berumur 10 tahun sedang melamun di meja belajarnya. Sepertinya langit juga tau ia sedang tidak baik-baik saja. Dia sedang merindukan seseorang yang amat ia sayangi.

            Malam ini aku sedang merindukan nenekku. Ya, aku memang tinggal bersama nenek dan kakekku sejak umur 3 tahun. Ayahku telah meninggal sejak aku berumur 7 bulan dan Ibu, aku tidak tau dimana. Sudah satu minggu nenek pergi ke luar kota. Ia sedang ada urusan keluarga. Aku ingin sekali ikut dengannya, namun bagaimana dengan sekolahku?

            Sebenarnya aku tidak bisa berjauhan dengan nenek lama-lama. Aku sangat merindukannya. Nenek berjanji akan pulang hari ini. Namun sepertinya tidak jadi. Entah karena apa aku tidak tau. Tiba-tiba ponsel kakekku berdering. Aku tidak bisa menyembunyikan senyumku lagi mendengar suara seseorang di seberang sana.

KAKEK DAN SECANGKIR KOPI

 


Oleh Deygo Rivaldo Haloho

 

 

Sesaat setelah berhentinya hujan itu, dingin, sekujur tubuhku menggigil, mengapa tidak hujan sudah turun hampir setiap hari di bulan Oktober ini.

"Uhuk..uhuk." terdengar suara batuk yang sayup-sayup yang tidak lain dari seorang Kakek yang sudah berumur 76 tahun itu.

"Kek, mau dibuatkan minum?" ucapku.

"Teh tawar saja." balas Kakekku dengan malas.

Cita-Cita

 



Karya: Hotmarta Silaban

 

       Seorang anak perempuan yang bernama cia yg berumur 18 tahun dan dia duduk di kelas 12  sma.

      Dipagi hari jam 05.00 cia bangun dari tempat tidur nya , dan sebelum berangkat kesekolah dia membereskan tempat tidur nya, dan dan membereskan rumah sebelum mandi.

       Tidak lama kemudian dia melihat jam , jam itu menunjukkan jam 06.00 itu waktunya dia harus bergegas mandi dan membereskan pakaian yang akan di pakai nya , setelah dia mandi  dia berganti pakaian dan bersiap -siap untuk pergi kesekolah dan tidak lupa juga dia makan.

"Sesorang Bangun dari tempat tidur,dan ternyata itu Mama nya "

"Cia apa kamu sudah makan sebelum berangkat kesekolah ?"

Senin, 01 November 2021

Angan-Angan

Jones E Panjaitan



Angan angan adalah sebuah keinginan yang terkadang hanya terjadi dalam khayalan. Bisa juga dalam kenyataan.  Kemaren, sore hari. Aku sedang berbaring memandang matahari yang akan terbenam. Sambil terbayang akan angan-anganku. Yaaa angan angan ku ini memang cukup membuatku takut. Kenapa? Tentu karna aku takut tak bisa kuraih. Seketika itu Ana sahabatku mendatangiku.

"Jon??,  Jon?? Kamu ngapain Jon?"  Dia memanggilku dengan tergesa gesa berlari ke arahku.

"Hmmm, aku sedang istirahat na". Kujawab sembari kuangkat badanku yang berbaring dan duduk bersamanya. 

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...